Terkait Kasus Perundungan dan Pemukulan yang Viral di FB, Damai atau Proses Hukum?

sannarinews.id
By -
0


 

 Kasus Perundungan dan Pemukulan seorang Pelajar SMP oeh temannya sama sekolah di Pasbar

Pasaman Barat, sannarinews.id ------Keluarga korban perundungan dan pemukulan yang terjadi belum lama ini, yang sempat viral di facebook,  dikabarkan masih keberatan untuk berdamai dengan pelaku.


Pasalnya, setelah di adakan mediasi pada Senin, 27 September 2021 yang di fasilitasi oleh Polres Pasbar, kedua pihak belum menemukan titik terang. Khususnya untuk  mencapai kesepakatan jalur damai dalam kasus tersebut.



Keluarga korban menyebutkan, bahwa kejadian seperti ini terlalu sering terjadi dan apabila tidak diberi efek jera tentunya nanti bisa berulang kembali.


"Kejadian seperti ini kedengarannya sudah sering terjadi tapi tidak ada yang mengekspose ke media. Kalau saat ini tidak diberi efek jera mungkin nantinya akan ada korban lain lagi yang merasakan seperti ini" Ujar ibu korban,  kepada   sannarinews.com.



Ibu korban juga tidak sepaham dengan paman pelaku yang menyarankan dan meminta damai. Sebab, menurutnya keluarga pelaku pihak pejabat wali nagari, jorong dan juga kepala sekolah yang bersangkutan seharusnya melihat kasus ini dari perspektif korban bukan meminta damai.



Menurutnya, paman korban mengajak damai karena mereka (korban dan pelaku) berasal dari 1 nagari yang sama. Jadi sebaiknya diselesaikan dengan kekeluargaan. Bahkan, Wali Nagari, jorong, dan juga kepala sekolah juga menyarankan untuk menempuh jalur damai.


 

“Sebenarnya mengapa kami ingin kasus ini diproses secara hukum. Sebab, orang tua mana yang tega melihat anaknya diperlakukan seperti yang ada di video tersebut," ujar Marlis, ibu korban



Sebaliknya, paman pelaku menginginkan kasus ini berakhir damai karena   khawatir  nantinya, hubungan antara kedua keluarga yang sekorong kampung tidak harmonis   atau malah ada dendam di anatarjya keduanya.


Akan tetapi bagi keluarga korban, jika tidak ada sanksi atas kelakuakn pelakuk maka sama halnya merendahkan harga diri mereka. Dan seakan kasus ini hanya sepele saja yang  diatasi hanya dengan meminta maaf saja.


Sampai saat ini belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak yang berwenang mengenai kelanjutan masalah ini. Apakah masih dilakukan mediasi lanjutan untuk damai atau diproses secara hukum untuk efek jera terhadap pelaku. ****Rasti Nisa W/ iz


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)